Kamis Pon di Kalurahan Bohol

Administrator 21 Mei 2026 11:20:05 WIB

Bohol ( Sida Samekta ) Kamis, 21 Mei 2026 Pemerintah Kalurahan Bohol melaksanakan kegiatan Kamis Pon dengan mengenakan rasukan kejawen gagrak Ngayogyakarta jangkep sebagai bentuk pelestarian budaya Jawa sekaligus implementasi nilai-nilai adat Yogyakarta dalam lingkungan pemerintahan. Kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh pamong kalurahan dan berlangsung dalam suasana tertib serta penuh nuansa budaya tradisional.

 

Pelaksanaan penggunaan pakaian adat Jawa pada hari Kamis Pon tersebut merupakan tindak lanjut dari Peraturan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta tentang pemeliharaan dan pengembangan kebudayaan Yogyakarta. Pemerintah Kalurahan Bohol berkomitmen mendukung kebijakan tersebut sebagai upaya menjaga identitas budaya lokal agar tetap lestari di tengah perkembangan zaman modern.

 

Dalam kegiatan tersebut, para perangkat kalurahan mengenakan busana adat gagrak Ngayogyakarta secara lengkap atau jangkep. Pamong laki-laki tampil menggunakan surjan, jarik, dan blangkon, sedangkan pamong perempuan mengenakan kebaya serta kain batik khas Jawa. Penampilan tersebut mencerminkan nilai kesopanan, tata krama, dan keanggunan budaya Yogyakarta.

 

Lurah Bohol menyampaikan bahwa pelaksanaan Kamis Pon bukan hanya sekadar mengenakan pakaian adat, melainkan juga sebagai sarana untuk menghidupkan kembali nilai-nilai budaya Jawa dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, budaya harus menjadi bagian dari karakter pelayanan pemerintah kepada masyarakat.

 

Selain menjaga tradisi, penggunaan rasukan kejawen juga bertujuan menanamkan rasa bangga terhadap budaya daerah kepada seluruh aparatur pemerintah dan masyarakat. Dengan mengenakan busana adat secara rutin, diharapkan generasi muda semakin mengenal dan mencintai warisan budaya leluhur.

 

Kegiatan Kamis Pon juga menjadi simbol penghormatan terhadap filosofi kehidupan masyarakat Jawa yang menjunjung tinggi tata krama, unggah-ungguh, dan sikap tepa salira. Nilai-nilai tersebut dinilai penting untuk diterapkan dalam membangun hubungan harmonis antara pemerintah kalurahan dan masyarakat.

 

Pemerintah Kalurahan Bohol menilai bahwa pelestarian budaya tidak cukup hanya dilakukan melalui kegiatan seremonial, tetapi juga harus diwujudkan dalam kebiasaan dan perilaku sehari-hari. Oleh karena itu, penggunaan pakaian adat Jawa menjadi salah satu langkah nyata dalam membangun kesadaran budaya di lingkungan pemerintahan.

 

Masyarakat Kalurahan Bohol memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut. Mereka menilai penggunaan busana adat Jawa pada Kamis Pon mampu menciptakan suasana yang lebih khas dan memperkuat identitas budaya Yogyakarta di tengah masyarakat.

 

Selain memperkuat identitas budaya, kegiatan tersebut juga diharapkan dapat mendukung sektor pariwisata dan kebudayaan daerah. Tradisi penggunaan rasukan kejawen dinilai menjadi salah satu daya tarik budaya yang dapat memperkenalkan kekayaan adat Yogyakarta kepada generasi muda maupun masyarakat luar daerah.

 

Melalui kegiatan Kamis Pon dengan rasukan kejawen gagrak Ngayogyakarta jangkep, Pemerintah Kalurahan Bohol berharap nilai-nilai budaya Jawa dapat terus hidup dan diwariskan kepada generasi mendatang. Pemerintah kalurahan juga berkomitmen untuk terus menjunjung kebudayaan Yogyakarta sesuai amanat Peraturan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta demi menjaga keluhuran budaya dan jat

i diri masyarakat. 

Belum ada komentar atas artikel ini, silakan tuliskan dalam formulir berikut ini

Formulir Penulisan Komentar

Nama
Alamat e-mail
Kode Keamanan
Komentar
 
Pencarian
Sekilas Info!
Arsip Artikel
Komentar Terkini
  • Kampleng
    Makasih infonya,sangat membantu ...baca selengkapnya
    09 Juni 2021 20:17:22 WIB
Galeri Foto
Statistik Kunjungan
Hari ini
Kemarin
Total Visitor
Media Sosial