Merti Bumi Rasulan Blok Selatan Bertema "Jujuk – Jajak – Jejek", Wujud Syukur dan Pelestarian Tradis

RHESTU INAYU 03 Agustus 2026 10:21:55 WIB

Bohol ( Sida Samekta) , Masyarakat Blok Selatan Kalurahan Bohol, Kapanewon Rongkop, menggelar kegiatan Merti Bumi Rasulan dengan mengusung tema **"Jujuk – Jajak – Jejek"** pada Senin Pahing, 3 Agustus 2026. Kegiatan yang dipusatkan di Rumah Budaya Kaki Saleh, Padukuhan Bohol ini berlangsung dengan penuh khidmat dan kebersamaan sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rezeki, keselamatan, dan hasil bumi yang diberikan kepada masyarakat.

 

Kegiatan Merti Bumi Rasulan diikuti oleh masyarakat dari empat padukuhan, yaitu Padukuhan Songgoringgi, Padukuhan Bamban, Padukuhan Bohol, dan Padukuhan Gamping. Kehadiran warga dari berbagai padukuhan menunjukkan kuatnya semangat persatuan dan gotong royong dalam menjaga serta melestarikan tradisi budaya yang telah diwariskan oleh para leluhur.

 

Tema **"Jujuk – Jajak – Jejek"** mengandung makna mendalam sebagai pedoman hidup masyarakat. "Jujuk" bermakna lurus dan jujur dalam bersikap, "Jajak" berarti menapaki jalan kehidupan dengan penuh kebersamaan dan kehati-hatian, sedangkan "Jejek" bermakna teguh, kokoh, dan konsisten dalam memegang nilai-nilai kebaikan serta adat istiadat yang diwariskan turun-temurun.

 

Rangkaian kegiatan diawali dengan doa genduri rasulan yang dipimpin oleh Bapak Tugino. Dalam doanya, beliau memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa agar seluruh masyarakat senantiasa diberikan ketenangan hati, ketenteraman hidup, kesehatan, keselamatan, serta keberkahan dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

 

Suasana khidmat begitu terasa ketika seluruh masyarakat mengikuti doa bersama dengan penuh kekhusyukan. Harapan akan kehidupan yang rukun, damai, dan sejahtera menjadi doa yang dipanjatkan bersama, sekaligus sebagai bentuk rasa syukur atas segala nikmat yang telah diterima.

 

Usai pelaksanaan doa, kegiatan dilanjutkan dengan makan bersama menggunakan tumpeng dan ayam ingkung yang telah disiapkan oleh masyarakat. Tradisi makan bersama ini menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pelaksanaan rasulan sebagai simbol kebersamaan, persaudaraan, dan rasa syukur atas hasil bumi yang melimpah.

 

Tumpeng dan ayam ingkung yang disajikan memiliki makna filosofis yang mendalam. Tumpeng melambangkan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, sedangkan ayam ingkung menjadi simbol kepasrahan, doa, dan harapan agar masyarakat senantiasa memperoleh perlindungan, keberkahan, serta kehidupan yang harmonis.

 

Kegiatan makan bersama juga mencerminkan nilai luhur gotong royong yang masih terpelihara dengan baik di tengah masyarakat Blok Selatan Kalurahan Bohol. Seluruh warga duduk bersama tanpa membedakan status maupun latar belakang, mempererat tali silaturahmi sekaligus memperkuat rasa kekeluargaan antarwarga.

 

Melalui penyelenggaraan Merti Bumi Rasulan ini, masyarakat tidak hanya melestarikan tradisi budaya leluhur, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kebersamaan, kepedulian, dan persatuan kepada generasi muda. Tradisi ini menjadi warisan budaya yang memiliki makna spiritual sekaligus sosial dalam kehidupan bermasyarakat.

 

Dengan semangat **"Jujuk – Jajak – Jejek"**, masyarakat Padukuhan Songgoringgi, Bamban, Bohol, dan Gamping berkomitmen untuk terus menjaga kerukunan, memperkuat gotong royong, serta melestarikan adat dan budaya sebagai identitas yang harus dijaga bersama. Diharapkan Merti Bumi Rasulan Blok Selatan dapat terus dilaksanakan setiap tahun sebagai momentum mempererat persaudaraan, memohon keberkahan, dan menjaga kelestarian budayadi Kalurahan Bohol.

Belum ada komentar atas artikel ini, silakan tuliskan dalam formulir berikut ini

Formulir Penulisan Komentar

Nama
Alamat e-mail
Kode Keamanan
Komentar
 
Pencarian
Sekilas Info!
Arsip Artikel
Komentar Terkini
  • Kampleng
    Makasih infonya,sangat membantu ...baca selengkapnya
    09 Juni 2021 20:17:22 WIB
Galeri Foto
Statistik Kunjungan
Hari ini
Kemarin
Total Visitor
Media Sosial